Teori belajar kognitivistik

PENGERTIAN TEORI

Teori belajar menjelaskan dengan pasti apa yang terjadi, namun teori pembelajaran ‘hanya’ membimbing apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan hal tersebut.

HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN TEORI PEMBELAJARAN

  1. Struktur pengetahuan harus mampu menyederhanakan suatu informasi yang sangat luas
  2. Struktur pengetahuan tersebut harus mampu membawa siswa kepada hal-hal yang baru , melebihi informasi yang telah dijelaskan
  3. Struktur pengetahuan harus mampu meluaskan cakrawala berpikir siswa, mengkombinasikannya dengan ilmu-ilmu lain.

Teori pembelajaran juga terkait dengan hubungan yang optimal. Seorang guru harus mampu mencari hubungan yang mudah tentang sesuatu yang akan diajarkan agar murid lebih mudah menangkap informasi tersebut.

PENEGERTIAN TEORI KOGNIVISTIK

Kognitif adalah secara umum kognitif di artikan sebagai potensi intelektual yang terdiri dari tahapan; pengetahuan (knowladge); pemahaman (comperhention); penerapan (application); analisis (analysis); sintesa (synthesis); evaluasi (evaluation). Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal).

Teori belajar kognitif lebih menekankan pada belajar merupakan suatu proses yang terjadi akal pikiran manusia.

Terdapat dua bidang kajian yang lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajar, yaitu:

  1. Belajar tidak sekedar melibatkan stimulus dan respon tetapi juga melibatkan proses berfikir yang sangat kompleks. (Suyono & Hariyanto, 2011)
  2. Ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. (Muhaimin, 2002).

Tokoh-tokoh kognitivistik

  1. Jean Piaget

image.png