Melakasanakan pre test untuk mengukur kemampuan, selain itu juga membuat mind map.

10 Topik untuk 10 Kelompok tentang Hakikat dan Teori Belajar

  1. Hakikat Belajar dan Implikasinya pada Proses Pembelajaran

Jean Piaget

Jean Piaget

Jean Piaget adalah filosof, ilmuwan, dan psikolog perkembangan yang terkenal karena hasil penelitiannya mengenai anak-anak dan teori perkembangan kognitifnya. Ia dilahirkan pada 9 Agustus 1896 di Neuchâtel di wilayah Swiss yang berbahasa Prancis. Ayahnya, Arthur Piaget, adalah seorang profesor dalam sastra Abad Pertengahan di Universitas Neuchâtel.

Teori belajar Piaget

Piaget dalam (Suyono & Hariyanto, 2017, hlm. 83) berpendapat bahwa Setiap anak mengembangkan kemampuan berpikirnya menurut tahapan yang teratur. Proses berpikir anak merupakan suatu aktivitas gradual, tahap demi tahap dari fungsi intelektual, dari konkret menuju abstrak. Pada suatu tahap perkembangan tertentu akan muncul struktur kognitif tertentu yang keberhasilannya pada setiap tahap bergantung kepada pencapaian tehapan sebelumnya.

Vygotsky

Vygotsky

Vygotsky berpendapat bahwa menggunakan alat berfikir akan menyebabkan terjadinya perkembangan kognitif dalam diri seseorang. Inti dari teori belajar konstruktivistik ini adalah penggunaan alat berfikir seseorang yang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan sosial budayanya. Teori belajar ini meliputi tiga konsep utama, yaitu 1) hukum genetik tentang perkembangan, 2) Zona perkembangan proksimal dan 3) mediasi.

  1. Hukum genetik menurut vygotsky tidak bisa hanya di lihat dari fakta-fakta atau ktereampilan-keterampilan.

Konstruktivisme adalah teori belajar yang mengususng pembangunan kompetensi, pengetahuan, atau keterampilan secara mandiri oleh peserta didik yang difasilitasi oleh pendidik melalui berbagai rancangan pembelajaran dan tindakan yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan yang dibutuhkan pada peserta didik. Teori ini menekankan bahwa pengetahuan adalah konstruksi atau bentukan kita sendiri, dna setiap individu belajar dengan cara membentuk pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalam sebelumnya.

Proses Belajar Piaget

Piaget berpandangan bahwa perkembangan kognitif adalah suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem saraf seorang individu. Piaget juga berpendapat bahwa pengetahuan sebagai hasil belajar berasal dari dalam individu, tidak sepenuhnya dari lingkungannya saja seperti yang diungkapkan pada Teori Behaviorisme. Teori Belajar Piaget juga mengemukakan bahwa proses pengamatan seseorang terhadap lingkungan atau adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui proses asimilasi dan proses akomodasi (Trianto, 2019, hlm. 70).

Proses asimilasi dan akomodasi ini sering juga disebut dengan proses adaptasi. Melalui kedua proses tersebut, seorang anak akan mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya yang disebabkan oleh adanya proses berpikir. Perubahan-perubahan tersebut akan terus berlangsung dan berkelanjutan hingga akhirnya terjadi ekuilibrium (keseimbangan). Selama proses pembelajaran sedang berlangsung, siswa akan terus melakukan proses asimilasi dan akomodasi hingga pengetahuan yang dimilikinya akan bertambah ataupun berubah.


  1. Peran Motivasi dalam Proses Belajar
  1. Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Hasil Belajar
  1. Peran Kecerdasan Majemuk dalam Pembelajaran

Belajar dan Pembelajaran

Belajar dan pembelajaran adalah dua konsep yang saling terkait namun memiliki perbedaan yang signifikan. Keduanya merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan pengembangan individu.

Belajar